DIRIKU YANG EMAS

Ada dua faktor untuk memahami psikologi usia emas.

Kata Haji Norazman bin Amat, pertama, umur yang telah lanjut memerlukan sifat saling faham memahami antara keduanya. Kebahagiaan bersama diberikan penekanan demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Tidak ada kepentingan diri iaitu “nafsi-nafsi”. Penting saling bantu-membantu, saling memberi semangat untuk meneruskan sisa hidup dan berusaha untuk terus berbakti.

Warga emas mudah sensitif terhadap sesuatu, baik dari segi perubahan pada diri mereka, sensitif pada keluarga dan persekitaran keliling. Mereka ini mudah tersinggung , mudah marah, mudah merajuk dan lain-lain perasaan yang kadang-kadang membingungkan ahli keluarga dalam melayani kerenah mereka.

Justeru itu, tambah Haji Norazman, keluarga yang mempunyai ahli yang berumur sedemikian harus memahami perasaan dan emosi mereka. Anak-anak harus sentiasa bertenang dan bersabar. Kita semua akan sampai keperengkat ini pada satu masa nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: