BERJALAN SENDIRI SENDIRI

Percaya Diri Saat Jalan-jalan Sendiri


  • Saya sering merasa heran ketika ditanya “ Wah  beraninya jalan-jalan sendiri diusia lanjut ini?”  Saya tidak merasa ada yang perlu ditakutkan. Ternyata “takut” yang dimaksud di sini bukan semata masalah keamanan, tapi juga takut sendirian di tempat asing. Mungkin kerana rasa kebersamaan orang Malaysia sangat tinggi. Tetapi kita kan harus selalu menggantungkan diri kepada teman untuk jalan-jalan. Kalau sudah suntuk dan ada peluang untukjalan-jalan, tapi tidak ada teman, bagaimana ya? Tak perlu khawatir berlibur sendiri meski tanpa teman.
  • Berikut ini beberapa cadangan supaya percaya diri jalan-jalan tanpa teman:

Cukup bekal

Bekal yang dimaksud bukan cuma soal logistik seperti uang, pakaian dan perlengkapan lainnya, tapi bekal maklumat tentang tujuan melancong. Jumlah maklumat yang Anda punya akan membuat tingkat kepercayaan diri makin tinggi. Mengapa begitu?

Kerana seiring banyaknya maklumat yang kita ketahui tentang suatu tempat, maka makin familiar kita dengan tempat tersebut sehingga seolah-olah kita merasa tidak asing lagi begitu sampai di tujuan.

Perasaan takut sendirian di tempat asing jadi hilang karena Anda berada di tempat yang sesuai dengan bayangan Anda dan merasa familiar.

Bahasa tubuh

Bahasa tubuh mudah dibaca. Kalau Anda terlihat ragu-ragu dan bingung ketika keluar dari stasiun, bandara, atau terminal bus, kemungkinan besar dalam sekejap Anda akan dikerubungi ulat taksi, beca, bus, atau kendaraan umum lainnya. Ditambah lagi orang yang menawarkan hotel dan agen perjalanan ikut mengekori.

Maka, pasanglah tampang dan sikap bahasa tubuh yang  tahu. Tentunya dengan bekal maklumat yang cukup, Anda memang benar-benar tahu mau ke mana. Kalau masih bingung, datangi petugas resmi atau polis dan tanyakan maklumat  yang Anda mahukan. Keadaan ini juga berlaku saat Anda tersasar.

Ketika Anda membuka peta di tengah keramaian dengan bahasa tubuh yang menunjukkan stres, mungkin Anda akan didatangi orang yang berlagak menawarkan bantuan atau malah penyeluk saku.

Asyik sendiri

Kebanyakan orang merasa “mati gaya” saat sendirian karena nggak tahu harus berbuat apa dan tidak ada teman mengobrol. Biasanya, momen “mati gaya” paling banyak adalah saat menunggu dan di perjalanan.

Ada 1001 macam kegiatan yang bisa Anda coba, antara lain: membaca, menulis, merajut, menyulam, mendengarkan musik, sms-an, mengemel dan sebagainya. Ada yang bingung ke pantai sendirian mau apa? Ya berenang lah! Atau kalau Anda tidak suka berenang ya lepak-lepak di pantai sambil melakukan 1001 macam kegiatan itu.

.

Persiapan bela diri

Akhirnya adalah soal bela diri. Bukannya mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi, tapi kita  harus punya persiapan. Paling ideal tentunya menguasai ilmu bela diri. Jika tidak, lengkapi diri dengan alat  seperti pisau lipat. Selain untuk jaga-jaga, pisau lipat juga diperlukan untuk membuka ini-itu. Tapi ingat, jangan taruh pisau ini di dalam beg kabin pesawat kerana akan disita petugas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: