APA ITU MEDIA BARU?

Apa yang dapat kita simpulkan dari berbagai definisi media baru yang sedia ada?

1.Cara belajar mengajar baru yang menggunakan media jaringan komputer dan Internet.

2.Disampaikannya bahan ajar (konten) melalui media elektronik. Dengan sendirinya bentuk bahan ajar juga dalam bentuk elektronik (digital).

3.Adanya sistem dan penggunaan elektronik yang mendukung proses belajar mengajar.

Kesimpulan definisi diatas ini yang sering kita gunakan untuk membuat bahan komponen e-Learning. Dengan kata lain, komponen yang membentuk e-Learning adalah:

1.Infrastruktur e-Learning:
Infrastruktur e-Learning dapat berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.

2.Sistem dan Aplikasi e-Learning:
Sistem perangkat yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala ciri yang berhubungan dengan pengurusan proses belajar mengajar. Sistem perangkat tersebut sering disebut dengan Learning Management System (LMS). LMS banyak diperolehi secara opensource sehingga boleh kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun di sekolah dan IPTA/IPTS kita.

3. Konten e-Learning:
Konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning system (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa).

Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat digunakan oleh siswa bila-bila dan dimanapun.

Perbadanan Multi Media cukup aktif bergerak dengan membuat banyak pertandingan pembuatan multimedia pembelajaran. Ada juga yang mengembangkan e-pendidikan.net secara percuma untuk semua perengkat. Ini langkah menarik untuk mempersiapkan perkembangan e-Learning dari segi konten.

Sedangkan pengusaha teknologi yang ada dalam pelaksanaan e-Learning boleh dikatakan sama dengan proses belajar mengajar konvensional, yaitu perlu adanya guru (instruktur) yang membimbing, siswa yang menerima bahan ajar dan administrator yang mengelola pentadbiran dan proses belajar mengajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: